Ceramah KH.Hasyim Muzadi:Berbuat Baik pada Orang lain = Berbuat baik kepada dirimu Sendiri

By Akhmad Said 17 Jun 2016, 10:26:36 WIBArtikel Ilmiah
Ceramah KH.Hasyim Muzadi:Berbuat Baik pada Orang lain = Berbuat baik kepada dirimu Sendiri

Jonggol-Di indoneisa ini mulai ada suasana yang egois. Orang hanya memikirkan diri sendiri, padahal memikirkan diri sendiri juga tidak akan cukup.  Orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan paling jauh keluargannya saja, tidak mau ambil pusing terhadap masyarakat.  dan itupun belum tentu cukup karena cukup didalam hidup tidak hanya didalam rizki tetapi disebabkan sikap hati kita terhadap rizki itu. Kalau hati kita bersyukur kepada Allah maka rizki berapapun akan terasa cukup dan dipersilahkan untuk minta seterusnya. Sekalipun seseorang yang diberi melimpah tetapi kalau hatinya tidak merasa cukup maka dia akan terus rakus. Yang bukan haknya akan diambil seperti hak orang lain, hak masyarakat dan hak negara. Menurut ibu-ibu orang-orang yang korupsi itu orang miskin apa orang kaya ?.  Alhamdulillah yang miskin tidak korupsi karena kesempatannya tidak ada. Sebab  kalau kesempatannya ada kemungkinan inalillahiwainnailaihirojiun.

Padahal didalam ajaran islam tidak boleh seperti itu. Pertama kali yang diurus adalah dirimu sendiri tetapi tidak sampai disitu. Berbuat baiklah kepada orang lain Karena berbuat baik kepada orang lain itu sebenarnya sama dengan kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.  In ahsantum ahsantum li anfusikum  “ kalau kamu berbuat baik kepada orang lain jangan kamu kira kamu itu rugi. Sesungguhnya perbuatan baik kepada orang lain itu, kamu sedang berbuat baik kepada dirimu sendiri”. Bahkan orang yang terus berbuat baik kepada orang lain itu hasilnya tidak hanya dinikmati oleh yang melakukan tapi keturunannya juga menikmati hasil darikebaikan itu.

Kalau ada anak datang ke kita , kita tanya “kamu siapa,  anaknya siapa ?”.lalu dia jawab”  anaknya pak ahmad”.  “masyaallah ayah kamu dulu baik sekali”. Artinya si anak mendapat berkah dari nama baik dan amal baik orang tuanya. Jadi amal baik itu diwariskan, tetapi amal buruk juga diwariskan. “Ini anak pasti fotocopy ayahnya”. Maka anak yang tidak salah bisa kena salah karena ayahnya.