Kekuatan (Energi) Al-Quran Dan Politisasi [KH. Ahmad Hasyim Muzadi]

By Akhmad Said 11 Nov 2016, 22:25:46 WIBK.H Hasyim Muzadi
Kekuatan (Energi) Al-Quran Dan Politisasi [KH. Ahmad Hasyim Muzadi]
  1. Dikalangan Umat Islam Seluruh Dunia ADA Tiga HAL Yang TIDAK boleh disinggung ATAU direndahkan yakni: Allah SWT, Rasulullah SAW, Dan Kitab suci Al-Quran. Apabila shalat Satu, apalagi ketiganya disinggung Dan direndahkan Pasti mendapat Reaksi spontan Dari Umat Islam Tanpa disuruh siapapun. Reaksi tersebut akan segera melakukan meluas Tanpa can dibatasi Oleh Sekat-Sekat organisasi serta, partai, Dan Birokrasi. energi Kekuatan tersebut akan Bergerak DENGAN sendirinya Tanpa dibatasi Ruang Dan Waktu.
  2. Fenomena demo 4 Nopember 2016 tentu Beroperasi lahiriah dipimpin Oleh beberapa tokoh Yang merasa terpanggil untuk review membela Kesucian kitabnya. Namun Jangka Waktu Yang Hadir membuktikan adanya kekuatan (energi spritiual) Yang Dahsyat Dari pengaruh Al-Quran tersebut. Hal Penyanyi can be dibuktikan para Pemimpin Yang melakukan demo ATAU mengumpulkan masa Tanpa dorongan spiritualisme tersebut TIDAK mungkin can be menggerakan Umat Yang berjumlah jutaan. Mereka Berjalan DENGAN Damai, Tertib Dan Siap untuk review berkorban. Sehinga Sesungguhnya TIDAK Perlu dicari dalangnya, provokator ATAU siapa Yang membayar. KARENA provokator Dan bayaran setingkat apapun TIDAK akan Mampu menggalang kekuatan tersebut. Yang ADA mereka Adalah menempel Gelombang gede untuk review kepentingannya Bukan kemampuan creates Gelombang ITU Sendiri.
  3. Kedahsyatan energi Al-Quran tersebut Hanya can dimengerti, Dirasakan Dan diperjuangkan Oleh orangutan Yang Memang mengimani alquran. Tentu Sangat Sulit utk diterangkan ditunjukan kepada mereka Yang TIDAK Percaya ditunjukan kepada alquran, atheis berpikiran, sekuler Dan liberal. KARENA mereka Jangan Lagi Memahami energi alquran, MENERIMA alquran pun Belum tentu can. Sehingga perdebatan ANTARA keimanan ditunjukan kepada aquran Dan ketidak percayaan ditunjukan kepada alquran Hanya akan melahirkan advokasi Bertele-tele Dan Jazz RS Rekayasa.
  4. Al-Quran sebagai kitab suci Sekaligus kitab pembeda (Al-Furqon) Yang membedakan ANTARA yg hak Dan Yang batil. Maka Tidak heran kalau kemudian kelihatan dikalangan Umat Islam Sendiri mana Yang bertindak sebagai pejuang, sebagai Pengikut perjuangan Yang ikhlas Tanpa pamrih, Yang mengambil POSISI memanfaatkan keadaan (kepentingan duniawi Sesaat) Dan mana Yang Memang menyelewengkan Al-Quran. Sedangkan di Kalangan non muslim Sendiri Hanya Sangat Sedikit Yang MEMBUAT Konflik lintas agama DENGAN kaum muslimin. Mereka Adalah fihak Yang Sudah basah politisasi Dan kapitalisasi Ekonomi Serta Hegemoni Kekuasaan. mayoritas Sedangkan Mutlak non muslim differences bersatu Bersama kaum muslimin hearts penegakan NKRI.
  5. Era Di demokratisasi politik Indonesia Gerakan pembelaan Al-Quran TIDAK akan lolos Dari Upaya parties-parties Tertentu hearts melakukan politisasi Yang tujuannya membelokkan Dan mengaburkan tujuan suci tersebut. Politisasi sebenarnya TIDAK Hanya Terjadi PADA Tanggal 4 11 Malam hari, tetapi Sesungguhnya has dimulai Semenjak rakyat merasakan PENGGUNAAN Kekuasaan untuk review mendukung ATAU TIDAK mendukung shalat Satu parties Yang memiliki kepentingan. Seorang Gubernur petahana Yang akan mencalonkan Kembali sebagai Gubernur diharuskan Oleh undang-undang untuk review menjalani cuti. Artinya TIDAK boleh ADA PENGGUNAAN Kekuasaan Didalam Proses demokratisasi Pemilihan. Apabila Terjadi termasuk penyalahgunaan kekuasaan (Penyalahgunaan Kekuasaan).
  6. Perdebatan TENTANG siapa dalang, provokator, politik penunggangan, sebenarnya Sudah TIDAK diperlukan Lagi sebagai ISU, demi Kesatuan Dan persatuan NKRI. Lebih, bermanfaat kalau kitd Fokus ditunjukan kepada Kewajiban gatra hearts melindungi hak Yang adil Dari kaum muslimin Indonesia. Sehubungan DENGAN adanya penistaan alquran tersebut Yang diproses * Menurut hukum gatra (UU No 1. Tahun 1965). Hal semacam Penyanyi sebenarnya PERNAH Terjadi di Indonesia PADA KASUS Arswendo, lia eden Dan musadek. Namun bedanya mereka TIDAK sebesar Ahok.
  7. KHUSUS untuk review kaum muslimin Indonesia agar Terus Memperbaiki KUALITAS perjuangannya. Hendaknya janganlah masalah Kemurnian perjuangan pembelaan Al-Quran Penyanyi dicampur Aduk DENGAN ISU khilafah, Pendirian Negara Islam, Memberi Peluang Terhadap ISIS, Peluang Terhadap Teroris, Dan Perlawanan Terhadap pesatuan Dan Kesatuan bangsa. KARENA apabila HAL-HAL tersebut dilakukan Oleh kaum muslimin akan Menjadi alat Pukul balik Terhadap kaum muslimin ITU Sendiri, Dan can be mengakibatkan Umat Islam bercerai-berai.
  8. Seluruh kaum muslimin apapun ormasnya Jangan beranggapan bahwa Sekat-Sekat ormas ITU can be menghadang energi alquran. KARENA kalau dipaksakan, justru berakibat TIDAK ditaatinya Pemimpin Oleh umatnya Sendiri Yang Memang ghirah alqurannya Tinggi.
  9. Saat Penyanyi Upaya untuk review creates Opini bahwa Ahok TIDAK menistakan agama Tampak akan berlanjut. Kita Masih Menunggu hasil temuan finalnya. Hasil Finalnya tersebut Bergantung siapa Yang dimintai Pendapat Dan fatwanya Oleh parties Kepolisian. Semoga akan selaras DENGAN Keputusan MUI (Majelis ulama Indonesia). (KH. A. Hasyim Muzadi)