Ceramah KH.Hasyim Muzadi: Rahman-Nya Allah SWT untuk seluruh hambaNya

By admin 17 Jun 2016, 10:23:57 WIB Artikel Ilmiah
Ceramah KH.Hasyim Muzadi: Rahman-Nya Allah SWT untuk seluruh hambaNya

Jonggol – Saya pernah ke Cina karena penasaran tentang hadist rasulullah SAW  tentang mencari  ilmu walaupun sampai dinegeri Cina. Setelah sampai di Cina memang ada kelebihannya. Di Cina wilayah yang saya singgahi  tidak ada masjid tidak ada mushola tidak ada orang adzan tetapi semua bangun pagi. Jam setengah lima jogging setelah itu berangkat  kepabrik dan jam 5 sore baru pulang. Yang rumahnya di jonggol (kec. Di kab.Bogor)  dekat dengan mushola, spekernya 4,  Assholatuhoirumminannaum tetap saja annaumu khoirumminannas.

Orang islam disuruh sholat subuh  itu artinya disuruh kerja secepatnya. Kalau waktu assholatuhorumminannaum tetap tidur dan tidak bekerja,  kemudian yang tidak percaya kepada Allah SWT  bekerja keras lalu pertanyaanya yang dapat rezeki  yang kerja atau yang tidur, sekalipun yang tidur orang  islam. Maka orang islam tambah mlarat. Orang Cina kalau masih miskin mendapatkan uang 10 ribu  setiap hari paling makan menghabiskan uang 7 ribu. Apapun yang terjadi  tidak boleh lebih dari 7 ribu sehingga ada sisanya untuk mati dan  keakhirat ada sangunya, tidak tahu nanti diakhirat akan seperti apa. Nah kita setiap hari mendapatkan uang 10 ribu makan setiap hari 35 ribu terus yang 25 ribu dari mana. Orang jawa itu kalau kerja tidak mau keringetan tapi kalau makan keringetan.

Artinya orang islam yang dijamin oleh Allah SWT tinggal ngambil apa saja itu nanti di akhirat. Kalau didunia ini harus berkompetisi dengan orang lain didalam ke rohmanan Allah SWT. Kalau rahim-Nya Allah SWT hanya diberkan kepada orang islam. Hanya orang yang menyatakan lailahaillah akan masuk surganya Allah SWT tapi itu nanti. Nah kalau disini ya dilihat orangnya kerja apa tidur, oleh karena itu hal ini masuk dalam rahman-Nya Allah SWT yang diberikan untuk seluruh hamba-Nya baik yang islam atau tidak islam.

Kalau ada orang islam tidak sekolah dokter apa bisa jadi dokter .  terus anggota Al-Hidayah(perkumpulan pengajian ibu-ibu dijonggol)  tidak sekolah dokter bisa apa tidak jadi dokter , jadi dukun saja sudah alhamdulillah. Disini keadilan tuhan didunia. Jangan tebalik karena sudah islam dikiranya semuanya sudah beres, Itu salah.


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda