Menjadi Guru Inspiratif Dan Membangun Budaya Literasi Di Era 5.0

By admin 02 Dec 2022, 08:54:14 WIB Kegiatan Kampus
Menjadi Guru Inspiratif Dan Membangun Budaya Literasi Di Era 5.0

STAIMA ­- Seorang guru yang baik dapat menginspirasi harapan, membangkitkan imajinasi, dan menanamkan kecintaan belajar. Sedangkan kita adalah guru untuk lingkungan kita. Tidak ada keberhasilan yang instan, semua butuh proses panjang yang sarat perjuangan. Berhasil itu bukan soal juara, tetapi bagaimana mengalahkan ego kita. Demikian halnya perjuangan seorang guru untuk tidak sekadar menjadi guru biasa, tetapi bagaimana agar menjadi Guru Inspiratif Dan Membangun Budaya Literasi Di Era 5.0. Seorang guru yang mampu menjadi motivasi dan inspirasi bagi peserta didik dan juga teman sejawatnya.

HMPI PAI STAIMA Malang menggelar Webinar yang bertema Menjadi Guru Inspiratif Dan Membangun Budaya Literasi Di Era 5.0. Dalam kegiatan tersebut mengundang pemateri Dr. Rosyidin, M.Pd selaku P3M STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang dengan Moderator Bagus Mukti W pada hari Ahad (27/11).

Dr. Rosyidin dalam isi materinya menjelaskan bahwa terdapat Teori dari hadits tentang Profesi guru yang menjerumuskan guru masuk neraka, Antara lain :

  1. Guru yang tidak berbagi ilmu. Menimbulkan budaya berpikir kritis bagi murid salah satunya dengan mendorong murid untuk bertanya
  2. Guru yang menjadikan ilmu sebagai alat kuasa untuk berkuasa. Guru yang marah karena tidak bisa mengelola kelas. Tidak boleh otoriter dan otoritatif (membuat sistem pembelajran yang tidak memungkinkan siswa untuk tidur seperti cooperative learning). Seorang guru tidak boleh telat agar dia dihormati. Menjaadi peserta didik butuh terhadap ilmu yang disampaikan bukan karena takut
  3. Guru yang hanya mengajar jika ada imbalan yang tinggi. Komersialisasi Pendidikan. Dicontohkan dengan berbagai pondok pesantren yang tidak mematok tarif tinggi dalam kegiatan pembelajaran
  4. Guru yang memaksakan  diri dalam berfatwa. Banyak guru yang memberi jawaban yang salah. Murid tidak harus secara mentah untuk percaya kepada seorang guru. Yang menjadi esensi dari suatu hal adalah kebenaranmya bukan orang yang menginformasikan. Jangan membenci guru tapi tolak pendapatnya
  5. Guru yang sering mengutip non-muslim. Tantangan bagi guru zaman sekarang. Yang tidak boleh adalah mengutip tanpa verifikasi terlebih dahulu.
  6. Profesi guru sering dijadikan alat untuk pamer jabatan dan mengejar popularitas
  7. Guru yang hanya berbicara tapi tidak mau mendengar. Yang mengakibatkan ilmu tidak relevan

Sebagai pengajar, guru jangan hanya datang ke sekolah melakukan tugas dan tanggungjawabnya sekadar mendidik siswa di dalam kelas. Guru yang baik juga harus bisa jadi inspirasi atau contoh bagi siswanya. Lewat gaya bahasa, kreativitas serta kedisiplinanya maka siswa bisa tertarik menerima pelajaran. Tutur Rosyidin.

Banyak pemikiran islam yang butuh untuk diekplor dan di kontekstualisasi pada era sekarang. Profesi pendidik adalah perpaduan dari usaha dan pertolongan Allah SWT, sehingga muncul fath atau kemenangan. Ayat kedua, menilai suksesnya seorang murid adalah dengan penilaian perilaku secara islami. Ayat terakhir, puas dengan melihat versi terbaik dalam diri anak. Tutupi kesalahan murid, memintakan ampunan, mengobati kesalahan dari murid. tambanhnya

(MMA)


Tulis Komentar

Tuliskan Komentar anda dari akun Facebook Anda